Jumat, 05 Februari 2010

Menjadikan Keluarga Sakinah

Merujuk dari sebuah firman Allah berbunyi "Quu anfusakum waahliikum naaraan....." membuat hati berdegup kencang, bagaimana dan apa yang harus dilakukan!!
namun baginda Rasul telah berwasiat kepada para pemuda yang mau menikah untuk melihat empat kriteria yaitu:
1. dilihat dari kecantikannya karena dengan kecantikan akan membuat kita betah pulang kerumah
2. dilihat dari hartanya, karena harta bisa membuat seseorang ingat atau bahkan lupa kepada sang pencipta
3. dilihat dari keluarganya, karena didikan keluarga yang bagus tentang nilai-nilai keagamaan sejak usia dini maka akan teraplikasikan pada saat dewasanya nanti
4. dilihat dari agamanya, dan point keempat inilah merupakan poros utuk menjadi keluarga sakinah

Artinya melihat dari point-point sabda Nabi diatas, sejak sebelum pernikahanpun kita telah diberikan kewajiban untuk mencari seorang pasangan yang baik menurut agamanya.
Tapi ada sebuah pengalaman menarik lo! ada seorang ikhwan yang begitu jatuh cinta, terhadap seorang akhwat yang di anggapnya sangat sholihah. dia terus berbenah diri bertafaqur kepada Allah untuk mendapatkan pujaan hatinya walaupun dalam hatinya dia sudah merasa tak pantas untuk mendapatkannya, karena dia merasa dia bukan seorang ikhwan yang sholeh, dia masih suka bermaksiat kepada Allah..... Namun karena begitu cintanya ia kepada pujaan hatinya, siang malam dia bermunajat kepada Allah untuk dijadikan terbaik buat akhwat itu, dan juga memohon agar akhwat itu dijadikan yang terbaik buat dirinya............
Setelah beberapa bulan, dia baru sadar kalau niatnya salah, dia hanyalah pengin memiliki akhwat itu karena keegoannya dan bukan mengharapkan keridhoan dari sang maha Mengetahui......Dia menangis karena kekeliruannya itu...........Namun dalam hatinya dia masih sangat mengharapkan akhwat itu untuk menjadi istrinya. Hingga pada suatu malam Allah membukakan tabir dari kegalauannya. Akhwat itu tiba-tiba menghubunginya dan mengatakan ternyata dia sudah berta'aruf dengan ikhwan lain dan dia pengin menghargai proses ta'aruf tersebut. Ikhwan itu sedih namun bangga dengan kejujuran itu, dan tanpa ia sadari ia telah menemukan sebuah ketenangan yang tak terharga dengan harta benda.
Sungguh sangat benar firman Allah dalam surat An-Nuur yang berbunyi "Laki-laki yang baik akan mendapatkan wanita yang baik"
Nah terus bagaimana kita mengukur apakah kita telah pantas untuk dia?apakah kita telah baik! kalau hanya berpatokan dan mengukur pantas dan tidak pantasnya, maka kita tidak akan bisa untuk melangkah lebih jauh lagi. Namun kita harus terus memperbaiki dan memperbaharui kualitas ketaqwaan kita kepada Allah sebagai alat ukur.
Dalam surat Luqman ayat 12-18 Allah telah mengajarkan dan mencontohkan kepada kita proses awal pembentukan keluarga sakinah yaitu :
1. Sejak usia dini kita harus menanamkan nilai-nilai tauhid yang kuat dalam rumah tangga kita, sebagai benteng yang kokoh dalam menghadapi berbagai macam perubahan zaman
Sebagaimana Luqman berwasiat kepada putranya "Yaa bunaiyya laa tusyrik billah inna Syirka lazhulmun 'azhiim"
2. Ketika nilai-nilai tauhid telah melekat dan tertanam kokoh didalam diri anak, maka akan teraplikasikan dalam akhlak yang baik sebagaimana Luqman juga berkata "Yaa bunaiyya Aqiimish Shalaata wa'mur bil ma'ruufi wan haa 'anil munkari washbir 'alaa maa ashoobak. inna dzaalika min 'adzmil umuur"

Dari unsur-unsur yang terkandung dalam rangkai shalat tersebut akan menanamkan ketenangan batin yang akan menyebar luas kepada orang-orang yang ada disekitarnya
sebagimana firman Allah "Aqiimish shalaata tanhaa 'anil fahsaai wal munkar" dengan didirikannya shalat akan terjadi pencegahan terhadap perbuatan keji dan munkar
Ketika dua ranah dasar tersebut telah terpenuhi maka insya allah akan tercipta sebuah keluarga yang sakinah mawadda warohmah. Amiiiin....

Tidak ada komentar:

Pengikut

Total Tayangan Halaman